Suara Ahlus Sunnah Melawan Sekularisme

Suara Ahlus Sunnah wal Jama'ah melawan Sekularisme, Liberalisme, Plularisme, Murji'ah dan Khawarij

Jangan Pegang Senjata Jika Tak Punya Cinta

Plsy Store Street Fight

Jangan Pegang Senjata

Jangan Pegang Senjata Jika Tak Punya Cinta

Oleh Syaikh Dr. 'Abdullah Yusuf 'Azzam rahimahullah

Jangan pegang senjata jika kau tak memiliki pandangan cinta terhadap saudaramu seiman dan prasangka baik terhadap mereka.

Jika kamu ingin menegakkan hukum Islam secara universal sehingga manusia tunduk kepadanya, maka terlebih dahulu kamu harus melihat saudara-saudaramu yang ada di sekelilingmu dengan pandangan cinta, sayang, dan simpati. Harus tertanam betul dalam hatimu bahwa orang yang ada disampingmu adalah haram darahnya, kehormatannya, dan hartanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam
"Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatannya, dan hartanya."
(HR. Bukhari-Muslim)

Hendaknya kamu tidak berprasangka padanya, kecuali yang baik saja. Sebelum sampai pada tarbiyyah ini, maka sungguh sangat berbahaya sekali mengangkat senjata terhadap musuh. Sebelum sampai pada marhalah yang mendasar ini, maka senjata yang telah diangkat itu akan berbahaya bagi pemegangnya.

Berbahaya bagi umat, apabila senjata itu berhasil mencapai singgasana kekuasaan. Karena darah akan mudah mengalir, kehormatan akan diinjak-injak, harta benda akan dirampas, dan kekuasaan akan berganti dari tangan kaisar (baca: penguasa diktator) satu ke tangan kaisar yang lain. Hanya luarnya dipoles dengan syiar-syiar dan nama-nama Islam sehingga nampak seperti penguasa Islam.

Apabila saudaramu seperjuangan tidak aman atau selamat dari (sikap dengki)-mu, padahal dia telah bertaruh nyawa sebagaimana kamu telah bertaruh nyawa dan kalian berdua bertemu dalam satu perjuangan, sama-sama menghadapi penindasan, penyiksaan, pengusiran, dan lain sebagainya. Apabila kehormatan dirinya tidak aman dari penginjak-injakan, apabila dagingnya tidak aman dari dimakan, apabila harta bendanya tidak aman dari perampasan, dan apabila kehormatannya tidak aman dari penghinaan dan pelecehan. Maka apa jadinya...?

Bagaimana besok kalian akan berbuat terhadap orang-orang Nasrani, orang-orang Yahudi, dan orang-orang yang tunduk pada kekuasaan kalian...? Bagaimana kalian akan bertindak terhadap orang-orang awam...? Jika orang yang melangkah bersamamu (menegakkan agama Allah di muka bumi) sendiri tidak aman dari (sikap dengki)-mu.

Engkau menyambut kedatangannya dan memeluknya kencang sehingga tulang rusuknya hampir lekat dengan tubuhmu. Tapi sedetik saja dia hilang dari pandanganmu, maka kamu memakan dagingnya dan merusak kehormatannya (dengan meng-ghibah-nya).

Islam macam apa ini...? Islam apa yang hendak kamu tegakkan dalam kehidupan manusia...? Agama apa yang kamu serukan itu? Bagaimana mungkin, jika sekelompok kecil yang ada saja tidak dapat hidup bersatu. Padahal minimal hak muslim yang harus dipenuhi adalah tidak menggunjingnya ketika dia tidak ada.

Syariat Islam dan manhaj (pedoman hidup) Islam mengajarkan kepada kita supaya memberi nasihat seseorang di hadapannya, supaya kita menjaga kehormatannya di belakangnya (ketika dia tidak ada), bukan sebaliknya.

Seperti ucapan Hudzaifah kepada Mu’adz bin Jabal,
"Sungguh engkau telah mendapati diri kita semua bersaudara luar dan dalam. Kemudian kita hidup pada suatu zaman di mana kita melihat orang-orang yang lahirnya nampak bersaudara, tetapi batinnya memendam permusuhan."

Wahai, para pejuang… Renungkanlah!

Editor: Muhammad bin Yusuf
Sumber: Runtuhnya Khilafah & Upaya Menegakkannya, 172-174

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment
Please switch off your AdBlock and refresh this page :)