Reha Bloger ID: RBID Channel

Meninggikan Kalimat Allah yang Tertinggi

Kesalahan Takfir Anshar

Plsy Store Street Fight

Kesalahan Takfir Anshar

Kesalahan Takfir Anshar

Oleh Asy Syaikh Abul Walid Al Maqdisi

Sebelum membaca tulisan ini. Alangkah baiknya saya memberikan asal tulisan ini. Tulisan ini dinisbatkan kepada Asy Syaikh Abul Walid Al Maqdisi, Mantan Syar'i Jabhah An Nusrah di Wilayah Dar’aa dan Qunaithirah. Semoga bermanfaat.

...
Adapun jika ada orang yang mengatakan bahwa beberapa anggota negara (maksudnya Negara Khilafah Islam, pen.) mempunyai kesalahan dalam takfir dan salah dalam penyematan hukum-hukumnya, maka kami katakan bahwa terjatuh dalam kesalahan takfir karena ada sebab perbuatan mukaffir setelah mengerahkan kesungguhan dalam meneliti syarat-syarat dan penghalang-penghalang, maka hal ini tidak dianggap ghuluw dan tidak boleh mensifati orang yang terjatuh di dalamnya sebagai khawarij selama ia berpegang teguh kepada Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pada kisah Hathib bin Abu Balta’ah radhiyallahu‘anhu terdapat dalil yang terbaik dalam hal ini. Di mana Umar bin Khattab radhiyallahu‘anhu mengkafirkan Hathib bin Abi Balta’ah dengan menyematkan hukum munafik kepadanya dan meminta izin untuk membunuhnya di mana ia berkata, “Wahai Rasulullah biarkan aku penggal leher orang munafik ini,” padahal Nabi shalallahu ‘alahi wasallam tidak mengkafirkan Hathib radhiyallahu‘anhu, akan tetapi juga beliau tidak mengingkari Umar radhiyallahu‘anhu dan tidak memvonisnya sebagai orang yang ghuluw dan tidak menghati-hatikannya dari hal itu karena ia melakukan ta'wil dalam penyematan hukum. Oleh karenanya Imam Bukhari rahimahullah membuat satu bab khusus dalam shahihnya Bab Barangsiapa yang Mengkafirkan Saudaranya Tanpa Ta'wil. "Maka ia seperti apa yang ia lontarkan." Artinya sangat jelas bahwa orang yang mengkafirkan orang lain karena ta'wil yang ada pada dirinya kemudian salah dalam penyematan hukum takfir maka ia tidak termasuk orang yang mendapatkan ancaman dari Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam yang disebutkan dalam hadits-hadits beliau perihal orang yang mengkafirkan saudaranya. Dan kesalahan seseorang tidak mengharuskan kesalahan jama’ah meskipun orang tersebut adalah bagian dari jama’ah itu. para ulama pun secara umum berbeda pendapat tentang takfir bahkan sebagian mereka berbeda pendapat tentang pengkafiran Negara Utsmani, akan tetapi para ulama yang tidak mengkafirkan tidak memvonis para ulama yang mengkafirkan sebagai ghuluw dalam takfir.

Wallahu a'lam bish-shawab

Jazakumullah khairan, katsiran, wa khairal jaza.

Tentang Penulis

Asy Syaikh Abul Walid Al Maqdisi

"Tidak boleh mensifati orang yang terjatuh di dalamnya (takfir mukaffir) sebagai khawarij selama ia berpegang teguh kepada Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah."

Comments

Please login first for post a comment
Please switch off your AdBlock and refresh this page :)