Suara Ahlus Sunnah Melawan Sekularisme

Suara Ahlus Sunnah wal Jama'ah melawan Sekularisme, Liberalisme, Plularisme, Murji'ah dan Khawarij

Klaim "Ahlus Sunnah" dan Tuduhan "Ahlul Bid'ah"

Plsy Store Street Fight

Klaim Ahlussunnah dan Tuduhan Ahlul Bidah

Klaim "Ahlus Sunnah" dan Tuduhan "Ahlul Bid'ah"

Oleh Ustadz Muhammad Abu Fatih

Klaim Ahlus Sunnah kerap terjadi, masing-masing kelompok merasa di atas kebenaran, padahal tidak boleh seorang pun boleh mengeluarkan atau memasukan bahwa itu bagian dari Ahlus Sunnah.

Misal sekelompok ormas atau jemaah mengadakan maulid yang menurut kelompok lain tidak ada contohnya di zaman nabi lalu di vonis bidah, padahal manhaj Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa tidak setiap perbuatan bidah kita sebut sebagai ahli bidah, selama dia tidak menaikkan bendera al wala wal bara' kepada mukhalifnya.

Kalau toh itu perbuatan bidah, maka orang tersebut berpendapat bahwa dia mengadakan maulid tersebut karena cinta kepada nabinya. Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam matan hadits iftiraq, halaman 3 paragraf 6,
و مثل هوءلاء اذا لم يجعلوا ما ابتدعوا قولا يفرقون به جماعة المسلمين، يوالون عليه يعادون، كان من نوع الخطاء، و اللة سبحانه وتعالي يغفر للمومنين خطاءهم في مثل ذلك.
"Dan misalnya mereka tidak menjadikan apa yang mereka bidahkan sebuah perkataan yang dapat memecah kelompok kaum muslimin, mereka (tidak) akan menaikkan loyalitas dan permusuhan, maka hal semacam ini (walau itu bidah) adalah dosa, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala (insyaa Allah) mengampuni kesalahan mereka dalam kesalahan tersebut."

Apakah kelompok yang merayakan maulid mengatakan kepada yang tidak merayakan maulid dengan perkataan, "Saya berlepas diri dari antum!", tidak. Kita tidak pernah mendengar perkataan itu.

متى تخرج الجماعة من دائرة أهل السنة و الجماعة؟؟؟
"Kapan seseorang keluar dari wilayah Ahlus Sunnah wal Jama'ah???"
إذا تكتلت جماعة على منهج أو فكر وضعته لنفسها تتحزب وتتعصب له تعقد عليه الولاء و البراء فتفرق الأمة بذلك فهي جماعة خارجة عن أهل السنة والجماعة.
"Jika sebuah jemaah dibentuk berdasarkan manhaj atau sebuah fikrah bahwa kelompok itu telah menetapkan dirinya sebagai hizb (partisan) dan ta'ashub (fanatisme), dia meyakini di atas loyalitas dan anti-loyalitas, sehingga (sikap ini) membuat umat terpecah, sehingga hal itu mengakibatkan sebuah jemaah keluar dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah."

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
"وليس لأحد أن ينصب للأمة شخص يدعو إلى طريقته ويوالي ويعادي عليها غير النبي ولا ينصب لهم كلاماً يوالي عليه ويعادي غير كلام الله ورسوله وما اجتمعت عليه الأمة بل هذا من فعل أهل البدع الذين ينصبون لهم شخصاً أو كلاماً يفرقون به بين الأمة يوالون به على ذلك الكلام أو تلك النسبة ويعادون"
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:
"Dan tidak seorang pun yang dapat mengklaim atas umat seseorang yang mengajak kepada jalannya dan agar loyal dan memusuhi selain nabi dan tidak boleh bagi mereka mengklaim perkataan loyalitas dan bermusuhan dengan selain perkataan Allah dan Rasul-Nya dan agar umat islam berkumpul di atasnya, bahkan ini adalah perbuatan Ahlul Bid'ah, yaitu orang-orang yang mengklaim atau mereka/seseorang yang mengatakan untuk memecah umat Islam dengan loyalitas yang dengan perkataan dan menisbatkan permusuhan itu."[1]

Catatan Kaki:
[1] Al Fatwa, 20 / 164

Editor: Muhammad bin Yusuf
Sumber: Kiriman penulis

Jika sebuah jemaah dibentuk berdasarkanJika sebuah jemaah dibentuk berdasarkan

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment
Please switch off your AdBlock and refresh this page :)