Suara Ahlus Sunnah Melawan Sekularisme

Suara Ahlus Sunnah wal Jama'ah melawan Sekularisme, Liberalisme, Plularisme, Murji'ah dan Khawarij

Nama dan Bentuk Bumi

Plsy Store Street Fight

Nama dan Bentuk Bumi Menurut Islam

Nama dan Bentuk Bumi

Oleh Abu Turab Al Muhajir

Bumi yang kita berada diatasnya bernama "dunia" (ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ), bermakna yang paling rendah.

Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻧﻔِﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﺛَّﺎﻗَﻠْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﺭَﺿِﻴﺘُﻢ ﺑِﺎﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻓَﻤَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﻠِﻴﻞ
"Hai, orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah" kamu merasa berat terhadap bumi (tempat kamu tinggal)? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia (tempat kamu tinggal sekarang) sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit." (Q.S. At Taubah: 38)

ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻮ ﻓﻼ ﺷﻲﺀ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﻨﻪ
Dunia itu dari kata dunuw (yang rendah), sehingga tidak ada sesuatu pun yang lebih rendah darinya.
ﻧﻘﻮﻝ ﺣﺴﻦ، ﻓﺈﻥ ﺯﺍﺩ ﺣﺴﻨﻪ، ﻗﻠﻨﺎ ﺃﺣﺴﻦ ﻭﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﺑﻠﻎ ﻣﻨﺘﻬﺎﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻓﻨﻘﻮﻝ ﺍﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﻼ ﺷﻲﺀ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻨﻬﺎ، ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺴﻨﻰ
Kita katakan hasan (baik), maka jika bertambah kebaikannya kita katakan ahsan (lebih baik). Akan tetapi, jika ia telah mencapai puncaknya dalam kebaikan, maka kita katakan Al Husna (yang paling baik), sehingga tidak ada sesuatu pun yang lebih baik darinya. Yaitu nama-nama Allah yang paling baik.
ﻋﺎﻝ، ﺃﻋﻠﻰ، ﺍﻟﻌﻠﻴﺎ
Tinggi, lebih tinggi, paling tinggi
ﻓﺼﻴﺢ، ﺃﻓﺼﺢ، ﺍﻟﻔﺼﺤﻰ
Fasih, lebih fasih, yang paling fasih.

Seandainya bumi itu bulat, tentu akan ada manusia yang berada di ujung bawah dari kita. Lalu bagaimana kita menyebutnya dunia (yang paling rendah), sedangkan di sana ada yang lebih rendah? Maka merupakan kekeliruan memberinya nama dunia karena kata dunia bermakna sesuatu yang paling rendah. Dunia itu adalah ujung paling rendah, maka bagaimana mungkin ada yang paling rendah, sedangkan di bawahnya ada juga yang paling rendah?
Sesungguhnya (bentuk bumi/dunia) itu adalah datar dan seluruhnya adalah dunia (yang paling rendah).
Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻣَﺪَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﻭَﺃَﻟْﻘَﻴْﻨَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧﺒَﺘْﻨَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣِﻦ ﻛُﻞِّ ﺯَﻭْﺝٍ ﺑَﻬِﻴﺞ
"Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya pancang-pancang (gunung-gunung) yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata." (Q.S. Qaf: 7)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,
ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ : { ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻣﺪﺩﻧﺎﻫﺎ } ﺃﻱ ﻭﺳﻌﻨﺎﻫﺎ ﻭﻓﺮﺷﻨﺎﻫﺎ { ﻭﺃﻟﻘﻴﻨﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﺭﻭﺍﺳﻲ } ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺠﺒﺎﻝ ﻟﺌﻼ ﺗﻤﻴﺪ ﺑﺄﻫﻠﻬﺎ ﻭﺗﻀﻄﺮﺏ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻘﺮﺓ ﻋﻠﻰ ﺗﻴﺎﺭ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﺤﻴﻂ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺟﻮﺍﻧﺒﻬﺎ
"Firman-Nya Tabaraka wa Ta'ala: { Dan Kami hamparkan bumi itu } Maksudnya Kami luaskan dan Kami bentangkan. {Dan Kami letakkan padanya pancang-pancang yang kokoh} Yaitu gunung-gunung agar bumi beserta isinya tidak miring dan tidak berguncang. Gunung-gunung itu berdiri tegak diatas bumi dengan semua sisinya dikelilingi air."[1]
Imam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,
ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : { ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻣﺪﺩﻧﺎﻫﺎ } ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻪ ﺃﻳﻀﺎ، ﻭﻣﻤﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﻤﺎﻝ ﻗﺪﺭﺗﻪ . ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ : ﺑﺴﻄﻨﺎﻫﺎ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻤﺎﺀ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ { ﻭﺍﻷﺭﺽ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺩﺣﺎﻫﺎ " } ﺃﻱ ﺑﺴﻄﻬﺎ . ﻭﻗﺎﻝ : { ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻓﺮﺷﻨﺎﻫﺎ ﻓﻨﻌﻢ ﺍﻟﻤﺎﻫﺪﻭﻥ } ". ﻭﻫﻮ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺯﻋﻢ ﺃﻧﻬﺎ ﻛﺎﻟﻜﺮﺓ
"Firman-Nya Ta'ala: {Dan Kami hamparkan bumi itu} Ini termasuk nikmat-Nya juga dan termasuk hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma mengatakan: "Membentangkannya diatas air, sebagaimana firman-Nya {Dan bumi setelah itu dihamparkan-Nya} (An Nazi'at: 30) yaitu membentangkannya. Dan juga firman-Nya : {Dan bumi itu kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)} (Adz Dzariyat: 48). Dan ia merupakan bantahan terhadap orang yang mengklaim bahwa (bumi berbentuk) seperti bola."[2]

Allah Ta'ala juga berfirman,
ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻛَﻴْﻒَ ﺳُﻄِﺤَﺖْ
"Dan bumi bagaimana ia dihamparkan (didatarkan)?"
(Q.S. Al Ghasyiyyah: 20)
ﻭﻗﻮﻟﻪ { ﺳﻄﺤﺖ } ﻇﺎﻫﺮ ﻓﻲ ﺃﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﺳﻄﺢ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻻ ﻛﺮﺓ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻬﻴﺌﺔ
“Makna sutihat zhahir-nya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan (itulah) pendapat para ulama syari'ah, bukan bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli ilmu ukur.”[3]

Wallahu a'lam bish-shawab. Wa shalallahu 'ala nabiyya Muhammad. Wal hamdulillahi Rabbil 'alamin.

Catatan Kaki:
[1] Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim
[2] Lihat Jami'li Ahkamil Qur'an
[3] Lihat Tafsir Jalalain

Ditulis ulang oleh Muhammad bin Yusuf
Penerjemah: Kabar Islam 24 Jam
Editor: Muhammad bin Yusuf
Sumber: Kabar Islam 24 Jam

Comments

  • Muhammad bin Yusuf
    On 21 Feb 2018 16:19
    http://reha.bloger.id/nama-dan-bentuk-bumi-di-mata-mujahid.xhtml
Please login first for post a comment
Please switch off your AdBlock and refresh this page :)